Guna meningkatkan kualitas dan pemberdayaan kafilah yang akan
berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kota Tebing Tinggi 1-9 April 2020, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran
(LPTQ) Provinsi Sumatera Utara akan menggunakan aplikasi elektronik MTQ
(e-MTQ).
Hal tersebut disampaikan
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara Drs.
H. Fuad Helmy Lubis kepada Para Peserta Bimtek E-MTQ, Kamis (20/2/2020) Di Aula
Transfaransi Diskominfo Provinsi Sumatera Utara .
Menurut Drs. Fuad Helmy Lubis,
penerapan e-MTQ dimulai dari pendaftaran sampai tahap penilaian.
”Aplikasi e-MTQ bisa
meminimalisasi penyimpangan dan kecurangan dalam pelaksanaan MTQ. Dengan
demikian, MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 “tanggal 01 - 09
April 2020” Kota Tebing Tinggi akan semakin menghasilkan kafilah terbaik yang
mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Ia mengharapkan, penerapan e-MTQ dapat menutup celah
penyimpangan dan pelanggaran yang dapat merusak spirit keberlangsungan MTQ.
Dikemukakan, aplikasi e-MTQ
sudah mulai bekerja saat proses registrasi peserta, yakni tanggal 15 Februari
sampai 1 April 2020. E-MTQ akan tersebut digunakan selama jalannya lomba
terkait penjurian dewan hakim, hingga hasil penilaiannya.
Dengan e-MTQ, potensi
manipulasi data peserta dalam registrasi awal, di antaranya pencurian dan
kelebihan umur peserta akan terlacak sejak awal oleh sistem komputerisasi
berbasis online.
“Nantinya, di setiap majelis
akan ada televisi yang menginformasikan langsung nilai peserta sesaat setelah
yang bersangkutan tampil,” .
Dengan e-MTQ pula, masyarakat
umum akan lebih dipermudah mengakses informasi tentang MTQ XXXVII Tingkat Provinsi
Sumatera Utara Tahun 2020 .
“Selain itu, insya Allah LPTQ
juga akan menyediakan fasilitas video streaming guna memudahkan masyarakat
menonton secara langsung seluruh agenda acara dan pra acara MTQ XXXVII Tingkat
Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020,” ucapnya.
“Penggunaan e-Maqra akan semakin menjadikan MTQ berkualitas,”
tuturnya.
maqra adalah soal atau daftar
ayat yang nantinya akan dibaca oleh peserta. Selama ini pengambilan maqra
dilakukan manual.
“E-Maqra adalah salah satu
aplikasi pendukung, berisikan paket bacaan atau paket soal pada cabang-cabang
tertentu, seperti tilawah, tahfiz, fahmil Quran, dan tafsir Alquran,” katanya.
Ditegaskan, e-Maqra memuat
menu tampilan maqra, sistem acak maqra, sistem input maqra, dan tampilan teks
ayat Alquran.
“E-Maqra memuat menu tampilan
maqra, sistem acak maqra, sistem input maqra dan tampilan teks ayat Alquran,” .
Subhan menyebut ada empat hal
yang melatarbelakangi ide e-Maqra. Pertama, pelaksanaan MTQ di beberapa negara
telah menggunakan sistem e-Maqra. Kedua, bagian dari pengembangan sistem MTQ
berbasis internet atau aplikasi sesuai dengan tuntutan zaman.
Ketiga, ingin menghadirkan
sistem per-MTQ-an yang transparan, kredibel dan profesional. Dan keempat,
meminimalisasi permasalahan sistem maqra yang sangat rentan bocor, sehingga
e-Maqra ini dibuat untuk menjamin orisinalitas maqra-maqra MTQ.
“Ini sebagai bukti nyata
keinginan Kementerian Agama untuk menyelenggarakan MTQ yang transparan,
kredibel dan efisien,” tuturnya.
Sebenarnya, aplikasi sudah
mulai digunakan pada saat MTQ Mahasiswa 2017 namun terbatas pada cabang
tilawah. Kemudian digunakan pada MTQ Jawa Timur 2017 di Pasuruan.
Menurutnya, Ditpenais telah
mengembangkan tiga aplikasi MTQ, yaitu e- MTQ yang melayani pendaftaran peserta
secara online, IT Penilaian, dan E-Maqra. “Ketiga aplikasi ini saling
berintegrasi dalam penyelenggaran MTQ,” ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar